Pembukaan & Sejarah Pondok:
Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Dr. K.H. Devi Muharrom Sholahuddin, Lc., M.Ud., yang menyampaikan sejarah berdirinya Pondok Pesantren Darussalam. Beliau menjelaskan bahwa Sekolah Diniyah merupakan cikal bakal pondok ini. Pada awalnya, pendekatan kepada masyarakat menjadi langkah utama, karena konsep pendidikan modern dan gaya berpakaian santri pada masa itu belum sepenuhnya diterima masyarakat.
Alhamdulillah, kini pondok telah berkembang dan menerapkan sistem pendidikan klasikal dengan memiliki cabang.
Penerimaan Santri Baru tahun ajaran baru 2025–2026 mencatat penerimaan 609 santri dan santriah:
Putra:
Reguler Kampus 1: 216
Reguler Kampus 2: 90
Intensif: 47
Total Putra: 353
Putri:
Reguler: 205
Intensif: 51
Total Putri: 256
Cinta Tertinggi dari Orang Tua:
Selanjutnya, K.H. Muhammad Yasyfi Afazani, M.Pd. menegaskan bahwa ikhlas melepas putra-putri mereka untuk mondok adalah wujud cinta tertinggi dari para wali. Ini adalah kepercayaan besar kepada pesantren dalam mendidik dan menyiapkan generasi masa depan.
Kurikulum Holistik & Pengembangan Keterampilan:
Pondok Darussalam mengusung kurikulum 24 jam non-stop; dari bangun hingga tidur lagi, mengintegrasikan ilmu umum dan agama secara setara dan menyeluruh. Tidak ada dikotomi. Selain pembelajaran formal, para santri juga dibekali keterampilan sesuai minat dan bakat masing-masing. Kitab kuning tradisional diajarkan setiap habis Subuh dan Maghrib, memastikan warisan ilmu klasik tetap terjaga.
Pendidikan Kepemimpinan Tanpa Imbalan: Para santri berkesempatan belajar kepemimpinan melalui organisasi pelajar dan gerakan kepramukaan. Seluruh aktivitas ini dilandasi kepedulian tulus tanpa menerima bayaran. Dalam tradisi pesantren, para pengurus dan pengajar dipandang sebagai kader pemimpin masa depan, bukan sekadar karyawan.
Pengakuan & Perkembangan Sistem TMI: Ditemukannya sistem pendidikan Tarbiyah Mu’allimin Mu’allimat Indonesia (TMI) awalnya memerlukan adaptasi, namun saat ini ijazah dari pondok telah diakui secara formal dan setara dengan pendidikan menengah lainnya.
Penutupan: Ikrar Santri & Wali
Acara silaturrahim diakhiri secara khidmat dengan pembacaan ikrar bersama oleh santri-santriah dan wali santri baru, disaksikan langsung oleh seluruh hadirin yang hadir, menegaskan komitmen bersama dalam mendukung perjalanan pendidikan para santri. 

