Sejarah Pondok

SEJARAH SINGKAT DARUSSALAM

Balai Pendidikan Pondok Pesantren Darussalam ini terletak di kampung Sindangsari Desa Kersamanah Kecamatan Kersamanah Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, tepatnya di Jln. Bandung – Tasikmalaya Via Ciawi Km. 60 Telp. (0262) 421588 Tromol Pos No. 2/CB 44185

Periode Cikal Bakal Darussalam bermula pada tahun 1915, Almarhum H. Ahmad mendirikan Pesantren yang pengelolanya diserahkan kepada putra beliau KH. Ishaq Asy’ary. Meskipun dalam suasana penjajahan, pesantren ini berkembang pesat, terbukti dengan berdatangannya para santri dari berbagai daerah. Namun, pada tahun 1954 terjadi masa vakum karena adanya gangguan keamanan dan KH. Ishaq Asy’ary mengungsi ke Bandung serta wafat di sana pada tahun 1958.

Pada tahun 1969, KH. Abdul Mu’thy (putra sulung dari KH. Ishaq Asy’ary) mulai membangun kembali pesantren dengan mendirikan Madrasah Diniyyah. Saat itu beliau bertemu dengan salah seorang pendiri Pondok Modern Gontor KH. Zainuddin Fannani di Jakarta, beliau mendapatkan banyak cerita tentang Gontor dan bercita-cita ingin memiliki pesantren seperti Gontor, maka mulailah mengirimkan putra-putranya untuk belajar di Gontor. Sambil menunggu kepulangan putra-putranya sebagai kader, madrasah dikelola oleh putra sulung beliau H. Abdul Majid.

Sekembalinya KH. Ahmad Ghozali Mu’thie, S.Ag. dari Gontor pada tahun 1972 didirikanlah Pondok Pesantren dengan nama “Darussalam” atas restu KH. Imam Zarkasyi (Pimpinan Pondok Modern Gontor).

Mulai saat itu didirikanlah tingkat tsanawiyyah dengan memakai kurikulum Gontor, kemudian dibantu oleh KH. Asep Sholahuddin Mu’thie, BA. Sekembalinya dari Gontor tahun 1978.

Pada tahun 1986, sekembalinya KH. Cecep Ishaq Asy’ary Mu’thy dari Gontor tepatnya pada tanggal 9 Desember 1986 didirikanlah Tarbiyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (TMI) dengan santri pertama berjumlah 19 orang.

Dan pada tahun 1995, tepatnya 20 Mei 1995 didirikanlah Pesantren Darussalam Putri yang diresmikan oleh Bupati Garut Drs. H. Toharuddin Gani.