POSDAS (Pekan Olahraga dan Seni Darussalam)

Penyerahan Api obor tanda dibukanya seluruh kegiatan olahraga dan seni di Pondok Pesantren Darussalam

SAMBUTAN POSDAS 2019

Disampaikan oleh KH. Asep Sholahuddin Mu’thie, BA

Ajaran Islam ternyata begitu lengkap dan sempurna. Bahkan olahragapun disunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW, seperti olahraga renang, memanah, berlari, berkuda, bergulat dan sebagainya. Olahraga bertujuan menjadikan manusia sehat dan kuat. Dalam Iskam, sehat dipandang sebagai nikmat kedua setelah Iman. Selain itu, bayak ibadah dalam Islam membutuhkan tubuh yang sehat dan kuat, seperti sholat, puasa, berhaji, dan jihad menuntut ilmu.

Darussalam sangat mendorong para santri-santriah untuk mengikuti kegiatan olahraga, yang merupakan kegiatan yang sangat digemari satntri. Dengan olahraga satri dapat mengembangkan bakat yang dimilikinya. Selain itu, olahraga juga dapat memper-erat persahabatan antara santri.

Olahraga merupakan hal yang sangat diperhatikan dalam kehidupan harian di lingkungan pondok pesantren Darussalam. Terbukti, dengan tersedianya berbagai sarana olahraga seperti: tenis meja, badminton, volley ball, lapangan basket, lapangan futsal, dll. Ditahun 2019 ini, Pondok telah memiliki sarana olahraga yang sagat dibutuhkan oleh para santri, yakni lapangan sepak bola. Doakan mudah-mudaha kedepan menjadi sebuah stadion olahraga bernama “GLORA DARUSSALAM” (Allahu Akbar). bukan hanya itu, Pondok pun akan menambah kolam renang, dari mulai untuk santri sekolah dasar, santri sekolah menengah dan santri dewasa. Dimana kolam renang ini berada disebuah komplek baru yang nantinya akan berdiri pesantren Darussalam 2 dan perguruan tinggi yang ditata apik, artistik, yang bernama “komplek pesantren wisata Darussalam” (allahu akbar).

Para pengasuh pesantren melihat bahwa olahraga merupakan alat untuk menanamkan kesehatan jasmani, dimana hal tesebut sesuai dengan motto pondok; berbadan sehat, juga  menanamkan panca jiwa: keihklasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah islamiyah dan kebebasan berekspresi. Selain itu juga olahraga menanamkan jiwa sportifitas remaja dalam berprestasi.  

Darussalam juga menanamkan dunia seni. Seni dalam bela diri dan yang lainnya, dimana hal-hal semacam itu diajarkan di pesantren. Seni bela diri, pernafasan, da ilmu penyegaran tubuh.

Seni kaligrafi juga sudah menjadi trade mark sebuah pesantren. Seni tarik suara, walaupun bukan kurikulum wajib dalam pesantren, banyak santri-santri yang terjun ke dalam dunia musik, baik itu dalam nada nasyid, gambus, marawis, hadrah, angklung, band, dan berbagai aliran-aliran lainnya. bahkan belakangan ini ada sebuah tren dimana para santri ikut serta dalam perekaman lagu.

Seni visual. Banyak sekali para santri yang tertarik untuk mengoptimalkan drama dan teater untuk ditampilkan dalam bentuk visual, tentunya dalam bentuk versi santri. Pesatren sebagai sebuah sub kultur tidak saja dikenal sebagai dunia pendidikan da tempat menuntut ilmu, tapi juga sebagai sarana dan prasarana untuk mengembangkan kreatifitas individu. kesemuanya itu dikondisikan untuk membantu ummat dan masyarakat menuju masyarakat yang berperadaban.

Fungsi Seni dalam Dunia Pendidikan pesantren mempunyai peran yang penting untuk menunjang perkembangan santrinya. Banyak hal yang dapat diperoleh oleh santri dengan belajar seni, yaitu sebagai berikut : (1) Memberikan fasilitas yang sebesar-besarnya kepada santri untuk mengemukakan pendapatnya (ekspresi bebas).

(2) Melatih imajinasi santri, ini merupakan konsekuensi logis dalam kegiatan ekspresi supaya dalam berekpresi seorang santri mempunyai bayangan terlebih dahulu yaitu dengan latihan imajinasi yang dapat berangkat dari pengamatan maupun hasil rekapitulasi kejadian yang telah direkam oleh otak santri. (3) Memberikan pengalaman estetik dan mampu memberi umpan balik penilaian (kritik dan saran) terhadap suatu karya seni sesuai dengan mediumnya. (4) Pembinaan sensitivitas serta rasa pada umumnya, hasil yang diharapkan adalah terbinanya visi artistik dan fiksi imajinatif. (5) Mampu memberikan pembinaan ketermpilan yaitu dengan membina kemampuan praktek berkarya seni Handycraft (kerajinan tangan). Hal ini berguna untuk mempersiapkan kemampuan keterampil dan praktis sebagai bekal hidup di kemudian hari. (6) Mengembangkan kemampuan intelektual, imajinatif, ekspresi, kepekaan kreatif, keterampilan, dan mengapresiasi terhadap hasil karya seni dan keterampilan. (7) Seni sebagai alat pendidikan dalam pendidikan seni bukan semata-mat bertujuan untuk mendidik santri menjadikannya seniman melainkan membina santri untuk menjadi kreatif.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa seni dapat digunakan sebagai alat pendidikan.

          Dari semua uraian yang kami sampaikan, maka tepatlah kalau tema POSDAS 2019 adalah:

MELALUI POSDAS 2019, KITA BENTUK PRIBADI SANTRI DAN SANTRIAH YANG KREATIF, INOVATIF DAN MENJUNJUNG TINGGI SPORTIVITAS, MENUJU GENERASI YANG PRODUKTIF.

Akhirnya, selamat POSDAS 2019, semoga sukses. Terimakasih kepada semua pihak yang telah menyiapkan POSDAS tahun ini. Jazakumullah khairon katsiron.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb